Feeds:
Posts
Comments

Menjelma

Menjelma,
Menjelma engkau jadi sebilah pisau tajam
Berkedok kata
Menikam, lalu menyayati

Menjelma,
Menjelma engkau jadi seribu roman picisan
Managih tangis
Pun dendam nan kesumat

Menjelma,
Menjelma engkau jadi kembaran raga
Reinkarnasi semu
Melupakan lalu pura-pura mati

13.06.09/08:21/@humz

ketika-resize

Ketika waktu menepati janji
Lihatlah hujan yang merinai gemulai
Ia sapukan rindu pada bumi
Tak hiraukan laut meluap-luap kalap

Ketika waktu menepati janji
Biarkan alam berbahasa untuk kita
Menghentak seperti murka
Atau melumat-lumat ribuan pondasi

Ketika waktu menepati janji
Lihatlah setapak terjal dan gelap itu
Tak lebih indah dari labirin
Disanalah kau dan aku bertemu

15.12.08/21:00/my boardinghouse
dipersembahkan untuk: MyLovelyBun.

kau datangi tiap mimpi
mendata senyuman dan berbagi sepi
mengapa dilema ini begitu mengilhami?
dan, kau hanya terangkum dalam puisi

biar kita tersesat dalam labirin
menelusur dan saling menemukan
kau dan aku
kita hanya menunggu waktu

lalu apa setelah ini?
kau sendiri
aku juga sendiri
kita berkabut sepi sepanjang hari

21.10.08/23:14/my boardinghouse

Gelisah Sang Purnama

purnama sempurna menyala semerah bara

kini aku tahu hati bukan tempat menyimpan cinta
meski otak mendata tiap cerita tentangmu

aku tak harus dimengerti
rasa sakit itu pun ternyata hanya lewat
lalu pergi membuntut kemarau yang terhapus gerimis

aku cinta kamu
ribuan kali aku katakan
“aku cinta kamu”
hanya itu, dan purnama membisu

15.10.08/20:15/GrandNet Studio

seorang bidadari berlari tanpa alas kaki
gelombang rambutnya berayun, menoleh padaku
‘ayo berlari! tanggalkan gelisah itu disini’
lalu gerimis merinai seperti serpihan gula pasir

tak kuat kutahan hasrat berbagi
tentang masa yang menggundahkan
tentang cinta yang tak kupahami
tentang alamat Tuhan yang tak berwujud

bidadari tanpa alas kaki dan sebutir gundu
kamilah pusat seribu harmoni
sampai pada masa aku merata dengan tanah
menyelipkan selembar cerita pada bumi yang menua

11.10.08/07:52/my boardinghouse
dipersembahkan untuk: bidadari ayoeku.

Laut Melagu Untukmu

Seperti merasakan rindunya laut pada pantai
Sampai kapan kau biarkan aku jadi kerang?
Matipun tak apa asal melahirkan mutiara
Biar kau tahu ada cinta indah untukmu

Membiru dan bergemuruh memanggilmu
Pulanglah, aku rindu padamu
Tidakkah kepenatan mengusik liar jiwamu?
Laut akan menjagamu dari pedih itu

Ribuan kali ombak berbisik “aku rindu”
Dan ketika pasir mencipta jejak-jejak kakimu
Laut masih melagukan rindu
Sampai mati menunggumu menyatu

08.10.08/20:05/grandnet studio
dipersembahkan untuk: the truly diver.

aku lebih dulu tiba disini
mengangan langit yang begitu tinggi
enggan bangun dan terpaku
dasar kecewa ini begitu indah

aku lebih dulu tiba disini
berdoa untuk harap yang tercuri
dimasa lalu
bahagiamu, bahagiaku

lalu kau tiba disini
terduduk didekatku namun terasa jauh
apakah laut masih menyatukan hati kita
laut yang tidak pernah berkhianat

08.10.08/20:05/grandnet studio

Setangkup Rindu

setangkup rindu untuk embun pagi
kutitipkan pada ilalang
pagi ini aku tak menemuimu
malam menyita seluruh energiku

setangkup rindu untuk embun pagi
kugenggam erat dalam tidur
biar tak lepas dibawa matahari
suatu hari akan tersampaikan

11.09.08/22:00/grandnet studio

Malaikat Juga Tahu

MALAIKAT JUGA TAHU-DEWI LESTARI

Lelahmu jadi lelahku juga
Bahagiamu bahagiaku pasti
Berbagi takdir kita selalu
Kecuali tiap kau jatuh hati

Kali ini hampir habis dayaku
Membuktikan padamu ada cinta yang nyata
Setia hadir setiap hari
Tak tega biarkan kau sendiri
Meski seringkali kau malah asyik sendiri

Karena kau tak lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya

Hampamu tak kan hilang semalam
Oleh pacar impian
Tetapi kesempatan untukku yang mungkin tak sempurna
Tapi siap untuk diuji
Kupercaya diri.. Cintakulah yang sejati

Namun tak kau lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya

Kau selalu meminta tuk terus kutemani
Engkau selalu bercanda andai wajahku diganti
Relakan ku pergi.. Karna tak sanggup sendiri

Namun tak kau lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu.. Aku kan jadi juaranya

09.09.08/20:05/grandnet studio

Perpisahan Paling Sepi

langkah dedaunan dihalau angin
lirih tetes embun yang pecah
pagi itu tak bernyawa
pilu, sepilu sayatan sembilu

pernahkah terlintas olehmu
bagaimana harus kuhabiskan hari
sambil mereguk perih
kenapa harus aku?

tak ada pelukan
tak ada kecupan
tak ada ucapan selamat tinggal
inilah perpisahan paling sepi

20.08.08/00:20/ my boardinghouse

Older Posts »