langkah dedaunan dihalau angin
lirih tetes embun yang pecah
pagi itu tak bernyawa
pilu, sepilu sayatan sembilu
pernahkah terlintas olehmu
bagaimana harus kuhabiskan hari
sambil mereguk perih
kenapa harus aku?
tak ada pelukan
tak ada kecupan
tak ada ucapan selamat tinggal
inilah perpisahan paling sepi
20.08.08/00:20/ my boardinghouse
Archive for August, 2008
Perpisahan Paling Sepi
August 20, 2008Syair Pelangi
August 20, 2008rintik hujan menebal
bumi bak diserbu ribuan pasukan
debu diterbangkan
pun dilumat dengan kejam
aku disini menunggu
seperti pelangi yang setia
menanti hujan mereda
meski hadirnya tak pernah lama
gagah matahari menghalau
lengser tak sempat abadi
pelangi pun bersyair merindu
biar hujan menyerbu
20.08.08/00:10/my boardinghouse
Merindu Sampai Mati
August 20, 2008melodi angin malam di kota jogja
terangkum dalam kegelisahan batin
kemana harus kusetor rindu?
masihkah engkau akan menjamu?
dan kerlip lampu kota bernyanyi
lagukan syair nan sendu
di ujung jalan sempit ini
kusaksikan cinta itu berlalu
aku merindumu
merindumu lagi
berkali-kali
sampai rasanya ingin mati
20.08.08/00:00/my boardinghouse
Percakapan Ilalang